Senin, 07 September 2015

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSALINAN



FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSALINAN

Persalinan dapat berjalan normal (Eutosia) apabila ketiga faktor fisik 3 P dapat bekerja sama dengan baik. Dengan faktor 3 P kemungkinan dapat penyimpangan atau kelainan yang dapat mempengaruhi jalannya persalinan, sehingga memerlukan intervensi persalinan untuk mencapai kelahiran bayi yang baik dan ibu yang sehat, persalinan yang memerlukan bantuan dari luar karena terjadi penyimpangan 3 P disebut Persalinan Distocia.
Faktor-faktor tersebut adalah :
1.      Power / kekuatan his dan mengejan
a.       His :
1)      Inertia uteri
2)      Tetania uteri
3)      His yang tidak terkoordinasi
4)      Kelelahan ibu yang sedang mengejan
5)      Salah pimpinan kala II
His (kekuatan kontraksi otot rahim)
His normal mempunyai sifat :
1)      Kontraksi otot rahim mulai dari salah satu tanduk rahim
2)      Fundal dominant, menjalar keseluruh otot rahim
3)      Kekuatannya seperti memeras isi rahim
4)      Otot rahim yang berkontraksi tidak kembali ke panjang semula sehingga terjadi retraksi dan pembentukan segmen bawah rahim
a)      Kelainan kontraksi otot rahim
a.       Inertia Uteri
a)      His yang sifatnya lemah, pendek dan jarang dari his yang normal yang terbagi menjadi :
a.       Inertia uteri primer : apabila sejak semula kekuatannya sudah lemah
b.      Inertia uteri sekunder :
b)      His pernah cukup kuat tapi kemudian melemah
c)      Dapat ditegakkan dengan melakukan evaluasi pada pembukaan, bagian terendah terdapat kaput dan mungkin ketuban telah pecah
His yang lemah dapat menimbulkan bahaya terhadap ibu maupun janin sehingga memerlukan konsultasi atau merujuk penderita ke rumah sakit, puskesmas atau ke dokter spesialis.
b.      Tetania uteri
His yang terlalu kuat dan terlalu sering, sehingga tidak terdapat kesempatan reaksi otot rahim. Akibat dari tetania uteri dapat terjadi :
1)      Persalinan Presipitatus
Persalinan yang berlangsung dalam waktu tiga jam. Akibat mungkin fatal :
a.       Terjadi persalinan tidak pada tempatnya
b.      Terjadi trauma janin, karena tidak terdapat persiapan dalam persalinan
c.       Trauma jalan lahir ibu yang luas dan menimbulkan perdarahan, inversio uteri
Tetania uteri menyebabkan asfiksia intra uterin sampai kematian janin dalam rahim
b)      Inkoordinasi otot rahim
Keadaan Inkoordinasi kontraksi otot rahim dapat menyebabkan sulitnya kekuatan otot rahim untuk dapat meningkatkan pembukaan atau pengeluaran janin dari dalam rahim.
Penyebab inkoordinasi kontraksi otot rahim adalah :
1)      Faktor usia penderita relatif tua
2)      Pimpinan persalinan
3)      Karena induksi persalinan dengan oksitosin
4)      Rasa takut dan cemas
Power adalah kekuatan his atau kontraksi dan kekuatan mengejan ibu yang sangat penting dalam proses persalinan.

2.      Passage. atau jalan lahir
Jalan lahir : Jalan lahir tulang atau jalan lahir lunak.
Proses persalinan merupakan proses mekanis yang melibatkan tiga faktor yaitu : jalan lahir, kekuatan yang mendorong dan akhirnya janin yang didorong dalam satu mekanis tertentu dan terpadu. Dari ketiga komponen tersebut hanya kekuatan (his dan mengejan) yang dapat dimanipulasi dari luar tanpa membahayakan janin dalam proses persalinan.
a.       Pintu atas panggul dengan distansia transversalis kanan kiri lebih panjang dari pada muka-belakang
b.      Mempunyai bidang tersempit pada spina ischiadica
c.       Ukuran-ukurannya adalah :
1.      Distancia Cristarum 28 cm
2.      Distancia Spinarum 25 cm
3.      Conjungata Vera 11 cm
4.      Distancia transversum 13 cm
5.      Distancia Oblique 12 cm
d.      Pintu atas panggul menjadi pintu bawah panggul, seolah-olah berputar sembilan puluh derajat
e.       Pintu bawah panggul terdiri dari dua segitiga dengan dasar yang sama pada tuber ischii, kedepan dengan ujung symphisis pubis, kebelakang ujung sacrum
f.       Jalan lahir depan panjang 4,5 cm sedangkan jalan lahirnya kebelakang panjangnya 12,5 cm
g.      Secara keseluruhan jalan lahir merupakan corong yang melengkung kedepan mempunyai bidang sempit pada spina ischiadika, terjadi perubahan pintu atas panggul lebar kanan kiri menjadi pintu bawah panggul dengan lebar kedepan dan kebelakang yang terdiri dari dua segitiga.
  1. Passanger (janin dan placenta)
Selama janin dan placenta berada dalam rahim belum tentu pertumbuhannya normal, adanya kelainan genetik dan kebiasaan ibu yang buruk dapat menjadikan pertumbuhannya tidak normal antara lain :
a.       Kelainan bentuk dan besar janin : anensefalus, hidrosefalus, janin makrosomia
b.      Kelainan pada letak kepala : presentasi puncak, presentasi muka, presentasi dahi dan kelainan oksiput
c.       Kelainan letak janin : letak sungsang, letak lintang, letak mengolak, presentasi rangkap ( kepala tangan, kepala kaki, kepala tali pusat )
Kepala janin (bayi) merupakan bagian penting dalam proses persalinan dan memiliki ciri sebagai berikut :
1)      Bentuk kepala oval, sehingga setelah bagian besarnya lahir, maka bagian lainnya lebih mudah lahir
2)      Persendian kepala terbentuk kogel, sehingga dapat digerakkan ke segala arah dan memberikan kemungkinan untuk melakukan putaran paksi dalam
3)      Letak persendian kepala sedikit kebelakang, sehingga kepala melakukan fleksi untuk putaran paksi dalam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar